Integrasi Kearifan Lokal & Hilirisasi Teknologi
Ridwan menyoroti ketergantungan akut sektor infrastruktur energi terhadap teknologi dan material impor yang selama ini melemahkan daya saing dan kedaulatan industri dalam negeri. Ia mendorong dengan tegas penerapan manajemen konstruksi yang secara aktif mengintegrasikan kearifan lokal Nusantara — mulai dari tahap perencanaan strategis hingga pelaksanaan teknis di lapangan.
"Penggunaan material dan tenaga kerja lokal bukan sekadar kewajiban administratif TKDN, melainkan strategi memperkuat rantai pasok dalam negeri secara berkelanjutan. Kita harus melakukan hilirisasi teknologi secara sungguh-sungguh, di mana keahlian konstruksi nasional bertransformasi dari sekadar pelaksana menjadi pemilik dan pengendali teknologi itu sendiri."
→ Hilirisasi ini bukan hanya soal efisiensi biaya, melainkan soal martabat bangsa sebagai aktor aktif dalam revolusi industri konstruksi global.